Yap Thiam Hien

YAP THIAM HIEN

Yap Thiam Hien adalah sosok penting yang mengawali kisah para pembela HAM dalam sejarah penegakkan HAM di Indonesia. Pak John, demikian Yap biasa dipanggil, lahir di Peunayong, Aceh pada 25 Mei 20133. Ia anak sulung pasangan Yap Sin Eng dan Hoan Tjing Nio, pasangan saudagar Tionghoa yang menetap lama di Aceh sejak leluhur mereka. Selepas sekolah menengah, ia mengambil jurusan ilmu hukum sebagai pilihan kuliahnya.  Ia merintis karirnya sebagai advokat muda, dengan ijazah Meester van de Rechten (MR) dari Belanda.

Peran Yap yang paling kentara dalam dunia hukum dan HAM di Indonesia adalah kepeloporannya dalam membuka mata masyarakat tentang pentingnya penegakkan HAM.  Jika sebelumnya para advokat lebih berkonsentrasi pada kasus-kasus yang bias membawa keuntungan materi berlimpah, Yap memilih jalan lain: ia membela kaum marjinal dan kaum tertindas dalam dunia politik.  Yap, menjadi pengacara Soebandrio, bekas Menteri Luar Negeri yang dituduh terlibat G30S. Ia pun menjadi pembela Sawito Kartowibowo, seorang pegawai Departemen Pertanian yang dituduh hendak menggulingkan Presiden Suharto pada 1976.

Di bawah kekuasaan rezim Orde Baru, sepak terjang Yap menjadi catatan tersendiri tentang keberanian seorang advokat dalam melawan sistem kekuasaan yang sewenang-wenang. Lelaki sederhana yang selalu berpenampilan rapi ini juga selalu menekankan bahwa norma Hak Asasi Manusia adalah prinsip yang harus menjadi pegangan utama dalam mencari keadilan di bidang hukum. Penghormatan terhadap HAM, bukan suatu keharusan, tetapi sudah menjadi kewajiban. Sosok Yap yang luar biasa mendorong para aktivis HAM untuk mengabadikan namanya menjadi sebuah bentuk penghargaan, Yap Thiam Hien Award, sebagai penghargaan yang diberikan kepada orang-orang yang dengan keberanian dan ketekunan memperjuangkan penegakkan HAM di Indonesia.

[museumwp_events columns=”one” num_of_posts=”2″]