PROGRAM & ACARA OMAH MUNIR

Fokus pada upaya pendidikan, Omah Munir mendukung penuh promosi nilai-nilai dan sikap yang dapat mendorong penegakan HAM

Fokus pada upaya pendidikan, Omah Munir mendukung penuh promosi nilai-nilai dan sikap yang dapat mendorong penegakan HAM. 

Bentuk promosi yang dilakukan terwujud melalui berbagai program dan acara yang menyasar pada generasi muda yang dinilai potensial untuk menyerap dan mempraktekkan nilai-nilai HAM di kehidupan sehari-hari. 

Program dan acara yang dimaksud, berupa pendidikan HAM, diskusi, pameran seni, musik, dan nobar.

Pendidikan HAM

Mengusung misi pendidikan tentang Hak Asasi Manusia (HAM), Omah Munir mengajak berbagai elemen pendidikan formal, seperti guru, pelajar, hingga mahasiswa untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan dan program. 

Pendidikan HAM yang menjadi fokus utama Omah Munir bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap upaya penegakan HAM di semua komunitas. Pendidikan HAM yang dilakukan oleh Omah Munir salah satunya dengan menerbitkan buku dan modul untuk guru dan siswa yang dapat dijadikan pedoman implementasi HAM di sekolah.

 

Penerbitan Buku ‘Kenali Hak-Hak Mu’

Buku ‘Kenali Hak-Hak Mu’ merupakan bagian dari seri pendidikan hak asasi manusia Omah Munir yang terbit pada Desember 2014. 

Berbentuk buku saku yang ringan dan minimalis serta dilengkapi dengan keterangan singkat mengenai 30 HAM dasar, buku ini menyasar pada pelajar-pelajar di sekolah dengan harapan dapat memberi kemudahan untuk memahami jenis-jenis hak asasi manusia.

Modul Pengayaan HAM Pelajaran PPKn Siswa SMP dan sederajat

Mendapat dukungan dan dana hibah dari Ford Foundation, Omah Munir mengimplementasikan Program Pengayaan Materi HAM pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sederajat (Madrasah Tsanawiyah). 

Modul Pengayaan HAM PPKn untuk Siswa SMP dan sederajat terdiri dari empat topik, yakni (1) Pertemuan #1: Mengenal HAM, (2) Pertemuan #2: HAM, Pancasila, dan UUD 1945, (3) Pertemuan #3: HAM di Indonesia, dan (4) Pertemuan #4: HAM di sekitar kita. Untuk meningkatkan semangat belajar HAM, pada modul ini juga dilengkapi dengan DVD, gambar tokoh-tokoh HAM di Indonesia, gambar animasi HAM dasar, dan gambar sejarah perkembangan HAM di dunia.

Modul Pengenalan HAM dalam Agama Islam untuk MTs

Modul Pengenalan HAM dalam Agama Islam merupakan kerjasama Museum HAM Omah Munir dengan Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk bersama-sama membuat materi pengayaan HAM pada siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Indonesia pada tahun 2016. 

Modul ini dirancang dengan mengelaborasi ilmu fiqih, Al-Qur’an, hadist, aqidah dan akhlak untuk diintegrasikan dengan nilai-nilai hak asasi manusia. Modul pengayaan HAM terdiri dari 35 halaman disertai dengan gambar-gambar animasi mengenai implementasi nilai-nilai keislaman yang digabungkan dengan konsep hak asasi manusia.

Modul Pengayaan HAM Pelajaran PPKn Siswa SMP dan sederajat

Mendapat dukungan dan dana hibah dari Ford Foundation, Omah Munir mengimplementasikan Program Pengayaan Materi HAM pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sederajat (Madrasah Tsanawiyah). 

Modul Pengayaan HAM PPKn untuk Siswa SMP dan sederajat terdiri dari empat topik, yakni (1) Pertemuan #1: Mengenal HAM, (2) Pertemuan #2: HAM, Pancasila, dan UUD 1945, (3) Pertemuan #3: HAM di Indonesia, dan (4) Pertemuan #4: HAM di sekitar kita. Untuk meningkatkan semangat belajar HAM, pada modul ini juga dilengkapi dengan DVD, gambar tokoh-tokoh HAM di Indonesia, gambar animasi HAM dasar, dan gambar sejarah perkembangan HAM di dunia.

Modul Mudah dan Cepat Memahami Hak Asasi Manusia untuk Guru PPKn dan Siswa SMA

Modul ini disusun atas kerjasama Omah Munir dengan Yayasan TIFA pada tahun 2018 sebagai perangkat untuk memberikan edukasi mengenai hak asasi manusia. Modul ‘Mudah dan Cepat untuk Memahami Hak Asasi Manusia’ terdiri dari 71 halaman dan 8 bab diantaranya : 

(1) Apa yang dimaksud dengan Hak Asasi Manusia?, (2) Knowing Your Rights: Ada Hak Apa Saja Sih?, (3) Hak Asasi Manusia di Indonesia, (4) Tanggungjawab Negara?, (5) Pelanggaran HAM, (6) Penanganan Pelanggaran HAM dan Hak Korban, (7) Pembela Hak Asasi Manusia, dan (8) Pembela Hak Asasi Manusia.

Komik Munir

Judul Komik : Munir
Penulis : Sulaiman Said
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Tebal : x + 108 halaman
Terbit : Cetakan Pertama, Juli 2014

Buku Gerakan Perlawanan Buruh

Judul: Gerakan Perlawanan Buruh (Gagasan Politik dan Pengalaman Pemberdayaan Buruh Pra Proklamasi)
Penulis: Munir
Editor: In’amul Mushoffa
Penerbit: Intrans Publishing, Malang
Halaman: xxiii+124
Tahun terbit: 2014
*Diterbitkan atas kerjasama Omah Munir

Buku Bunuh Munir

Judul: Bunuh Munir: Sebuah Buku Putih
Penulis: Edwin Partologi, Haris Azhar, Indria Fernida, Papang Hidayat, Usman Hamid
Penerbit: KontraS, Jakarta
Tahun terbit: 2006

Diskusi

Diskusi menjadi salah satu cara yang digunakan oleh Omah Munir dalam melakukan upaya penegakan hak asasi manusia. Melalui diskusi diperoleh pandangan-pandangan baru dari berbagai lintas pemikiran. 

Diskusi menjadi agenda wajib Omah Munir dengan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi di dalamnya. Beberapa diskusi yang pernah terlaksana di Omah Munir akan diuraikan sebagai berikut.

Peringatan 15 Tahun Meninggalnya Munir

Memperingati meninggalnya Munir pada 15 tahun silam, Museum HAM Omah Munir mengadakan kegiatan diskusi yang berlangsung di Kios Ojo Keos, Bona Indah Plaza, Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada 7 September 2019. 

Acara diskusi disertai dengan pembacaan hasil penyelidikan TPF Munir yang dibacakan oleh kalangan pemuda, pegiat seni, social influencer, dan beberapa pihak dari Koalisi Keadilan untuk Munir. 

Pembacaan dokumen ini ditujukan untuk memberikan tekanan kepada pemerintah supaya “membuka pintu” untuk menggulirkan kasus ini kembali. (*Kami tidak memiliki dokumentasi kegiatan tersebut)

Diskusi Publik 4 Tahun Omah Munir

Bertemakan “Mengingat Munir Menyalakan Kemanusiaan” diskusi publik dilakukan pada Jumat 8 Desember 2017 pukul 15.00-18.00 WIB di Omah Munir. Pembicara diskusi: Yati Andriani (Koordinator Kontras), Alit Ambara (seniman poster), Ivana Kurniawati (tim seleksi karya/seniman), Subiyanto (kurator video), dan Haris Azhar (Lokataru/aktivis HAM). Pemandu diskusi dilakukan oleh Marsetio Hariadi. 

Acara juga diisi presentasi karya Gilang Aditya Nugroho, Ardi Firmansyah dan Arga Bastart, yang telah terseleksi karyanya. Musik diisi oleh Danto ‘Sisir Tanah’ yang kerap membuat lagu-lagu tema kemanusiaan dan pelestarian lingkungan juga turut serta dalam pembukaan pameran ini.

Diskusi ini dihadiri oleh kurang lebih 100 yang terdiri dari para mahasiswa dan komunitas seni dari Malang, Surabaya dan Batu. Acara dilanjutkan tanya-jawab bersama peserta dan berakhir pada pukul 18.00 WIB. (*Kami tidak memiliki dokumentasi kegiatan tersebut)

Lomba Karya Seni

Omah Munir juga menunjukkan perhatiannya pada kampanye pemenuhan, perlindungan dan penghormatan HAM di Indonesia melalui ruang-ruang seni. Lomba karya seni merupakan salah satu bentuk apresiasi yang dilakukan oleh Omah Munir untuk mengajak keterlibatan para seniman pada hak asasi manusia.

Lomba Karya Seni 2017

Memperingati ulang tahun yang keempat, Omah Munir menyelenggarakan serangkaian acara yang bertajuk “Mengingat Munir Menyalakan Kemanusiaan”. 

Lomba karya seni diisi dengan serangkaian pengumpulan karya dari publik, baik seni lukis, grafis, video, musik, grafiti, ilustrasi, komik, cukil, film, dan lain sebagainya. Lomba ini diikuti oleh 50 peserta dari para seniman di seluruh Indonesia pada Desember 2017.

Sayembara Desain Arsitektur Museum HAM Omah Munir

Sayembara desain Omah Munir di Kota Batu, Jawa Timur bakal menjadi embrio dari Museum HAM Omah Munir yang pertama kali berdiri di Indonesia.

Bekerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Malang, Omah Munir menyelenggarakan sayembara desain museum dengan melalui beberapa tahap pada September-Desember 2018.

Sayembara desain Museum HAM Omah Munir diikuti oleh 131 peserta dari seluruh Indonesia. Setelah melalui berbagai tahap penjurian, sayembara desain museum dimenangkan oleh Ir. Achmad D. Tardiyana dari Bandung dengan desain yang berjudul “Omah Pepeling” (Rumah Pengingat).

Kompetisi Seni Rupa Ruang Publik

Kompetisi Seni Rupa Ruang Publik Omah Munir dengan tema, “Hak atas Kehidupan yang Layak”, yang diselenggarakan oleh Yayasan Museum Hak Asasi Manusia Omah Munir (Omah Munir) bekerja sama dengan Insititut Kesenian Jakarta (IKJ) mendapat dukungan Yayasan TIFA telah berlangsung sejak bulan Maret hingga Mei 2019.

Masuknya lebih dari 80 karya dari kalangan seniman merupakan bentuk ekspresi yang mengesankan. Proses penjurian untuk seleksi karya dilakukan melalui tiga tahap dengan melibatkan dewan juri yang kompeten, Andi Achdian (Ketua Dewan Juri, Omah Munir), Debra H. Yatim (Yayasan TIFA), Dolorosa Sinaga (IKJ), dan Seno Gumira Ajidarma (IKJ), dan Warfah Hafidz (UPC).

Pameran Karya Seni

Tidak hanya melalui ruang-ruang akademik, kampanye HAM yang dilakukan oleh Omah Munir juga merambah pada seni. Umumnya beberapa pameran seni yang diselenggarakan Omah Munir telah melalui berbagai tahap kurasi.

Pameran Karya Seni 2019

Memperingati ulang tahun yang keempat di Bulan Desember 2017, Omah Munir menyelenggarakan pameran seni atas hasil kurasi lomba karya seni yang bertajuk “Mengingat Munir Menyalakan Kemanusiaan”. 

Untuk melihat adalah 10 karya terbaik dari masing-masing finalis pengumpulan karya (klik here katalog pameran seni)

Pameran Seni Rupa Ruang Publik

Omah Munir mengapresiasi partisipasi para seniman pada kompetisi seni ruang publik melalui pameran seni yang diselenggarakan pada 23-29 Mei 2019 di Perpustakaan Nasional Jakarta dan 24 Juni 2019 di Balai Among Tani Kota Batu, Jawa Timur. Berikut ialah 10 karya finalis hasil penjurian Kompetisi Seni Rupa Ruang Publik.

Musik

Tidak hanya fokus pada pendidikan HAM di ruang-ruang pendidikan formal, Omah Munir juga pernah menggelar berbagai kegiatan lewat musik.

Konser Penggalangan Dana

Sebelumnya Omah Munir pernah melakukan konser musik yang bertujuan untuk penggalangan dana renovasi bangunan fisik museum, sekaligus memperingati serangkaian peringatan hari hak asasi manusia di bulan Desember. Konser musik “Museum HAM Omah Munir, Menyalakan Kemanusiaan” digelar pada 5 Desember 2017 di auditorium Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan.

Acara tersebut turut dipandu oleh pembawa acara (Najwa Shihab), pengisi acara (Glenn Fredly, Tompi, dan Dira Sugandi), musisi (Idang Radjisi) serta pembacaan puisi oleh Butet Kartaredjasa.