Museum Ham Omah Munir

Museum Hak Asasi Manusia Omah  Munir didirikan pada tahun 2013 dengan misi pendidikan tentang Hak Asasi Manusia (HAM) bagi masyarakat  Indonesia terutama generasi muda dalam rangka menciptakan warga negara yang cinta damai, menghargai perbedaan, menjaga toleransi antara kelompok dan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan.

Pembentukan Omah Munir diinspirasi oleh kehidupan dan perjuangan Munir Said Thalib, seorang pembela HAM yang dibunuh pada tahun 2004 dalam perjalanan antara Jakarta ke Amsterdam. Pada 2000, Munir mendapat penghargaan “The  Rights Livelihood Award”, dari pemerintah Swedia, sebuah penghargaan yang serupa Nobel Prize.  Semasa hidupnya Munir gigih memperjuangkan mereka yang menjadi korban kekerasan dan pelanggaran HAM melalui advokasi dan juga melalui berbagai program pencerahan.  Baginya, menyebarluaskan nilai-nilai HAM kepada publik merupakan landasan yang penting bagi sebuah bangsa yang demokratis, cinta damai dan sejahtera.

Menurut UN Commissioner for Human Rights HAM hanya dapat diwujudkan oleh tuntutan masyarakat yang memiliki cukup pengetahuan tentang hak-haknya.  Pendidikan HAM mendukung promosi nilai-nilai dan sikap yang mendorong individu untuk menegakkan HAM mereka dan juga untuk orang lain. Pendidikan HAM mengembangkan pemahaman terhadap tanggungjawab bersama untuk mewujudkan penegakkan HAM di semua komunitas.

Kegiatan

Misi Omah Munir dilaksanakan melalui dua kelompok kegiatan besar :

1. Menyelenggarakan Museum HAM, yang merupakan museum HAM pertama di Asia Tenggara.  Museum ini menampilkan eksebisi tentang sejarah perkembangan perjuangan HAM di Indonesia, serta mengangkat kehidupan para pembela HAM Indonesia seperti Marsinah dan Munir.  Museum juga menampilkan beberapa peristiwa pelanggaran HAM penting seperti di Aceh dan Timor Timur.  Sejak dibuka pada tahun 2014 sampai Mei 2016, Museum Omah Munir telah dikunjungi sekitar 7500 pengunjung, terutama siswa dan kaum muda.  Pengunjung Museum Omah Munir tidak dipungut biaya.

2. Program pendidikan HAM melalui diskusi, lokakarya, penerbitan, pelatihan serta kegiatan seni.  Omah Munir telah menerbitkan buku “Kenali Hak-hakmu” serta Modul Pengayaan HAM untuk Mata Pelajaran PPKN di tingkat SMP.  Selain itu Omah Munir telah memproduksi sebuah video pendek berjudul “Kenali hak-hak Kita”Modul Pengayaan Pendidikan HAM telah diuji coba di SMPN 2 Bogor; SMPN 2 Bogor; SMP N I Kota Batu; dan MT (Madrasah Tsanawiyah) Suryabana, Malang.  Peluncuran Modul tersebut diselenggarakan di SMPN 2 Bogor dan SMPN 1 Batu, Malang pada 27 Agustus 2015.